Wednesday, December 23, 2009

JURNALISTIK DENGAN FASHION

Apa hubungannya jurnalistik dengan fashion? itulah pertanyaan pertama yang akan muncul di pikiran pembaca setelah membaca judul diatas.

Jurnalistik adalah ilmu yang mengajarkan bagaimana mencari, mengumpulkan, menulis, mengedit, dan menerbitkan berita dan pendapat dalam media massa. Jurnalist adalah orang yang pekerjaannya mencari, mengumpulkan, menulis, mengedit, dan menerbitkan berita dan pendapat di suatu perusahaan media massa. Beritanya pun macam-macam, mulai dari berita politik, ekonomi, kebudayaan dan salah satunya lagi adalah fashion.

Manusia adalah makhluk sosial yang oleh karena itu mereka tidak bisa hidup sendiri. Mereka pasti hidup bergerombol dan saling membutuhkan satu sama lain. Bergaul adalah suatu kebutuhan manusia yang paling utama sebagai makhluk sosial. Untuk mendapatkan pergaulan yang baik, maka dibutuhkan suatu pengelolaan kesan yang baik terhadap manusia itu sendiri. Fashion adalah alat yang memperlihatkan cara bagaimana kita mempercantik diri agar terlihat baik dan elegan di depan orang lain. Caranya pun bermacam-macam, mulai dari berpakaian, berhias sampai merawat diri. Tidak dipungkiri lagi, fashion sudah jadi kebutuhan manusia sehari-hari. Oleh karena itu, fashion adalah berita yang sangat penting untuk dicari oleh para jurnalist.

Artikel ini akan menjelaskan bagaimana jurnalist memaparkan berita tentang fashion ke suatu media massa, khususnya di media massa periodik yaitu majalah. Mengapa harus tema ini yang diangkat? Pertama, hampir seluruh majalah, pasti memaparkan berita tentang fashion walaupun hanya seperempat halaman. Jadi dengan ini, penulis bisa dengan mudah meneliti tentang fashion karena banyak majalah yang akan dijadikan objek penelitian. Kedua, sebagaimana yang kita ketahui, dijaman modern ini sudah banyak sekali yang menjadi faktor agar kita lebih dikenal dan diterima di suatu kalangan masyarakat. Bukan saja dari bagaimana kita bersikap, tapi dari bagaimana cara kita berpakaian. Terkadang, apabila kita tidak berpakaian sesuai trend masa kini, kita bisa dianggap orang yang ketinggalan zaman dan kemungkinan besar kita tidak akan diterima di suatu kalangan tertentu. Secara tidak langsung, untuk mengetahui cara berpakaian terkini, merupakan kebutuhan sehari-hari yang perlu masyarakat ketahui. Ketiga, masyarakat perlu sebuah inspirasi bagaimana cara berpakaian terkini, oleh karena itu banyak majalah yang membuat berita tentang fashion karena para pembaca sangat membutuhkan inspirator fashion. Keempat, fashion itu tidak pernah berhenti berkembang. Fashion sudah berjalan dari zaman peradaban kuno dimana manusia purba hanya menggunakan sehelai kain untuk menutupi tubuhnya. Sejalan dengan perkembangan zaman, maka jadilah fashion yang sesungguhnya.

Majalah atau media massa lainnya, dari dulu selalu membuat halaman-halaman yang menarik bagi pembacanya. Maka majalah dan media massa yang terkait, memanfaatkan keadaan ini, yaitu, mengadakan halaman-halaman seputar fashion terkini. Akhirnya semuanya berkembang dan menghasilkan majalah yang hanya membahas seputar fashion. majalah tersebut biasanya beredar sebulan sekali, karena memang trend fashion itu hanya update setiap sebulan sekali.

Salah satu contoh majalah khusus fashion yang patut diteliti adalah majalah a+ (dibaca : a plus). Dimajalah tersebut, terdapat banyak sekali inspirasi dan inspirator fashion. untuk menjelaskan mengenai fashion terkini, reporter majalah itu menggunakan foto dan artikel untuk disuguhi kepada pembacanya. Di majalah ini, terdapat 33 halaman hanya foto, 2 halaman hanya artikel dan 21 halaman artikel dan fotografi bercampur. Semua itu pasti berhubungan dengan dunia fashion.

Sebuah artikel tentang fashion, biasanya hanya memuat profil-profil fashion stylish atau fashion designer. Jarang sekali artikel yang memuat tulisan tentang inspirasi-inspirasi berpakaian. Contoh : “Menabrak motif baju dengan dua macam yang kontras, bisa mencerminkan pribadi yang menarik. Campurkan print floral dengan kotak-kotak. Dijamin, tampilan menjadi lebih menarik dan full colour. Gaya seperti ini cocok untuk menemanimu liburan ke pantai” walaupun ada artikel seperti diatas, pasti kalimat tersebut merupakan kalimat yang tidak efektif. Contoh kalimat yang tidak efektif dari artikel di atas : “gaya print floral”. Tidak semua orang tau bagaimana “gaya print floral” itu. Tapi, apabila terdapat foto “gaya print floral” tersebut disebelah artikel diatas, pasti akan lebih mudah bagi pembaca untuk mengetahui apa maksud si jurnalist.

Perbedaan artikel dengan foto adalah, foto tidak harus dilengkapi oleh artikel, tetapi artikel harus dilengkapi oleh foto. Pembaca akan mudah memahami sebuah artikel apabila artikel tersebut dilengkapi oleh foto. tetapi, pembaca akan lebih mudah memahami fashion terkini dengan foto tanpa harus membaca artikel. Mengapa? Karena fashion fotografi biasanya menampilakan model dengan berpakaian trend terkini lengkap dengan setting (situasi, tempat dan waktu) dimana model itu berpakaian seperti itu. Oleh karena itu,pembaca bisa dengan mudah membayangkan dimana dan kapan mereka akan berpakaian seperti itu. Secara tidak langsung, hal ini sudah memberikan pembaca sebuah inspirasi untuk berpakaian sehari-hari.

Jurnalist juga mengusahakan agar halaman berita mengenai fashion menjadi lebih menarik untuk dibaca. Contohnya, pertama, dengan memainkan banyak warna di halamannya agar pembaca tidak melewati halaman itu dengan mudah. Kedua, jurnalist atau pencari berita harus benar-benar update terhadap trend-trend terbaru. Apabila trend yang di muat bukanlah trend terbaru, maka pembaca akan tidak tertarik untuk membacanya lagi. Karena menurut mereka, berita itu sudah ketinggalan zaman. Ketiga, pada fashion fotografi, model yang dipakai harus yang menarik. Malah lebih bagus lagi kalau modelnya adalah orang terkenal. Pembaca akan tertarik melihat halaman tersebut. Keempat, tidak lupa para jurnalist memaparkan tips berpakaian agar pembaca akan selalu menunggu tips-tips yang berbeda di setiap periodenya. 

Bagaimanapun caranya jurnalist memaparkan beritanya di media massa periodik khususnya majalah, selain mencari keuntungan, tujuan utamanya juga untuk menghibur para pembacanya dan menjadi urutan pertama di rating majalah terbaik sedunia.  Untuk menjadi majalah yang terbaik didunia, diperlukan adanya kerjasama yang baik antara jurnalist pencari berita, pengumpul berita, pengedit berita dan penerbit berita.

Semua penjelasan diatas merupakan bukti bahwa fashion adalah berita yang wajib di cari oleh para jurnalist. Begitupun juga pembacanya, mereka akan senantiasa membaca berita mengenai fashion berulang-ulang. Karena fashion zaman dahulu pun bisa menjadi trend kembali di zaman yang akan datang. Berita fashion akan selalu di eksplorasikan didalam kehidupan masyarakat. Dan fashion pun akan selalu menjadi tema pembicaraan yang hangat  oleh masyarakat, kapanpun dan dimanapun.

Blogged with the Flock Browser

No comments: