Monday, November 17, 2014

Mungkin pesan ini akan kau baca


Kini aku tak boleh rindu walaupun memang rindu
Kini aku tak boleh memikirkanmu walaupun memang aku memikirkanmu

Untuk mengenai mu, aku membangun sebuah perisai disekitarku.
Seluruh hal mengenaimu merupakan senjata yang memerangi perisaiku. Entah kapan perisaiku akan melemah. 

Kau tahu, prinsipmu adalah alasan yang kita tebar ke khalayak. Mereka tak tahu yang sebenarnya. Atau mungkin cuma aku yang sadar alasannya, dan kesadaranmu akan hal itu masih mati?

Kau ingat pada hari itu? Di saat aku mengakhiri semuanya? Aku masih ingat benar kata perkata dari mu yang cukup menghunus dadaku, seolah-olah pengorbanan ku selama ini semudah itu kau biarkan meledak, hancur berkeping-keping, dan tak terbentuk lagi. 

Egois, tidak dewasa, tempramental, dan kelemahan terdalammu... Itulah dirimu. 
Aku tahu itu sejak lama, dan entah ada apa dengan si Penguasa yang membuat rasa-yang-dinamakan-cinta sekuat ini terbentuk di hati, sehingga aku ingin menjadi jembatanmu ke arah yang lebih baik. 













Monday, November 10, 2014

Unknown



Start a new page......
Start a new life......

Semua yang pergi memang akan pergi