Wednesday, June 15, 2016

Untuk yang ditinggalkan

Kamu terbaring sebelahku
Aku berdiri sebelahmu
Engkau tutup mata
Aku buka mata

Walau hati kita dekat
Raga hanya beda selangkah
Namun kutahu, kini kita beda dunia
Selamat tinggal cinta

Ku mulai merindukan kita
Tertawa menangis bersama
Kamulah yang aku lindungi
Tapi aku bukan Tuhan

Bersujud menagih harap
Menangis merindu cinta
Tertidur bermimpi asa
Mengingat Engkau yg terkenang
Selamat tinggal cinta

Catatan sore hari

Sudah biasa ku di pandang sebelah mata
Sudah biasa ku di temani ketika diatas awan
Lalu di injak ketika ku berada di bawah

Ku Dipuja, berarti kosong
Ku Dicela, berarti dengki
Namun kelak lihatlah
Aku yang kau kira tak bisa
Ternyata mampu

Kawan coba lah tulis kurangku
Ku tahu, itu kan lebih banyak dari lebihku

Mungkin kini tak tampak
Tp nanti kau terbelalak