Wednesday, June 15, 2016

Untuk yang ditinggalkan

Kamu terbaring sebelahku
Aku berdiri sebelahmu
Engkau tutup mata
Aku buka mata

Walau hati kita dekat
Raga hanya beda selangkah
Namun kutahu, kini kita beda dunia
Selamat tinggal cinta

Ku mulai merindukan kita
Tertawa menangis bersama
Kamulah yang aku lindungi
Tapi aku bukan Tuhan

Bersujud menagih harap
Menangis merindu cinta
Tertidur bermimpi asa
Mengingat Engkau yg terkenang
Selamat tinggal cinta

Catatan sore hari

Sudah biasa ku di pandang sebelah mata
Sudah biasa ku di temani ketika diatas awan
Lalu di injak ketika ku berada di bawah

Ku Dipuja, berarti kosong
Ku Dicela, berarti dengki
Namun kelak lihatlah
Aku yang kau kira tak bisa
Ternyata mampu

Kawan coba lah tulis kurangku
Ku tahu, itu kan lebih banyak dari lebihku

Mungkin kini tak tampak
Tp nanti kau terbelalak

Friday, June 26, 2015

26 Juni 2015

Berikan aku kekuatan. Tolong. Agar semuanya akan berjalan baik-baik saja. Agar semuanya akan terasa indah-indah saja. Aku hanya manusia biasa yang tidak luput dari kegagalan, kemunafikan dan kesalahan. Perasaan hanyalah perasaan. Aku hanya manusia yang sejatinya tidak bisa membohongi perasaan diri sendiri. Tolong. Berikan aku kekuatan dan kemampuan dalam menghadapi semua ini. Aku hanya tak mampu membendungnya. Jadikan ini hanya sebatas bola sabun, jangan sampai ada yang bisa memecahkannya, bahkan diriku sendiri. Biarkanlah bola sabun itu melayang-layang di udara, tanpa tahu kemana arah, dan tanpa seorangpun tahu apa isinya, kecuali aku. Marilah, Hati, kau pasti bisa. Kau pasti bisa. 

Sunday, April 26, 2015

Jatuh sejatuh jatuhnya cinta

Setidaknya, didepanku kau tak perlu menjaga kesan dirimu. 

Setidaknya, aku disini, menerimamu apa adanya. 

Setidaknya, kamu jangan khawatir. Aku terima dan akan belajar menyukai kekuranganmu.

Setidaknya, aku disini, mencintaimu sepenuh hati.

Kemarilah, lihatlah dulu sebentar diriku. Bila kau tak suka, kau boleh berjalan lagi. Tapi, setidaknya, lihatlah aku, sebentar saja. 

Saturday, April 18, 2015

Surga!

Aku tersenyum
Membiarkan semua terlewati tanpa kata
Tanpa suara
Tanpa rasa

Mereka tak bisa dihentikan
Mereka terus berputar tanpa tahu ada aku
Atau aku yang terus tersenyum tanpa tahu ada mereka? 

Biarkan begini ya Tuhan
Aku senang
Pemandangan ku kini baik sekali.
Sangat baik.
Kau memang baik, Ya Tuhan.

Akan ku nikmati gejolak ini
Rasa ini
Udara ini
Nafasku ini

Hanya aku dan aku dan aku dan aku
Aku dan aku

AKU! 
Ini surga! 
INI SURGA! 

Tuesday, January 6, 2015

Pembuat hati



Apa kata si pembuat hati ketika kau berkata bahwa cinta tak pakai hati?

Apa yang akan si pembuat hati lakukan padamu ketika kau berkata bahwa cinta hanya memakai otak?

Jangan kau menanyakan alasan ku mencinta, ketika jawabannya akan sesulit apabila kau bertanya mengapa Tuhan ada. 

Ku tak tahu mana yang salah dalam cara ku mencintaimu, si pembuat hati yang membuat hati atau pengetahuan mu akan cara mencinta dan dicinta?

Monday, November 17, 2014

Mungkin pesan ini akan kau baca


Kini aku tak boleh rindu walaupun memang rindu
Kini aku tak boleh memikirkanmu walaupun memang aku memikirkanmu

Untuk mengenai mu, aku membangun sebuah perisai disekitarku.
Seluruh hal mengenaimu merupakan senjata yang memerangi perisaiku. Entah kapan perisaiku akan melemah. 

Kau tahu, prinsipmu adalah alasan yang kita tebar ke khalayak. Mereka tak tahu yang sebenarnya. Atau mungkin cuma aku yang sadar alasannya, dan kesadaranmu akan hal itu masih mati?

Kau ingat pada hari itu? Di saat aku mengakhiri semuanya? Aku masih ingat benar kata perkata dari mu yang cukup menghunus dadaku, seolah-olah pengorbanan ku selama ini semudah itu kau biarkan meledak, hancur berkeping-keping, dan tak terbentuk lagi. 

Egois, tidak dewasa, tempramental, dan kelemahan terdalammu... Itulah dirimu. 
Aku tahu itu sejak lama, dan entah ada apa dengan si Penguasa yang membuat rasa-yang-dinamakan-cinta sekuat ini terbentuk di hati, sehingga aku ingin menjadi jembatanmu ke arah yang lebih baik. 













Monday, November 10, 2014

Unknown



Start a new page......
Start a new life......

Semua yang pergi memang akan pergi

Friday, October 10, 2014

Nothing will love you more than you love your self.

Dalam sendiri, aku bertanya pada diri, apakah engkau kuat menghadapi masa depan sendirian?

Dalam sendiri, aku bertanya pada diri, adakah bagian dari dirimu yang kebal terhadap cobaan apapun?

Dalam sendiri, aku bertanya pada diri, apakah dirimu mampu bangkit dr bengisnya kaki-kaki yang menginjakmu?

Dalam sendiri, aku bertanya pada diri, apakah kalian sudah berdamai pada situasi yang menjadikan jiwa dan otakmu bertikai?

Dalam sendiri, aku bertanya pada diri, mungkinkah akan ada cahaya yang menyinari kegelapanmu?

Dalam sendiri, aku bertanya pada diri, apakah keikhlaskan yang sedang kau usahakan untuk terbentuk, akan senantiasa bertahan kokoh di dalam dirimu?

Dalam sendiri, aku berkata pada diri, apakah seegenap yang kau katakan lewat mulut, akan terbukti lewat perilaku?

Tersenyumlah, engkau layak untuk mendapatkan sesuatu yang lebih besar. Hati, bersakit-sakitlah engkau terlebih dahulu. Ku tunggu kau di muara, dengan senyumku yang paling manis. 

Sunday, October 5, 2014

Imaji

Jam 02.25 waktu dini hari.

Pada jam ini, kendaraan di jalanan sudah jarang terlihat. Yang ada hanyalah segelintir kendaraan yang berkecepatan tinggi.
Pada jam ini, beberapa penjual kue mulai beraktifitas secara produktif di pasar subuh. 
Pada jam ini, para tunawisma sedang tidur nyenyak di pinggir jalan walaupun kedinginan.
Pada jam ini, beberapa ibu mengganti popok bayinya yang baru lahir.
Pada jam ini, beberapa orang mungkin ada yang terbangun dan menunaikan solat tahajud. 
Pada jam ini, saatnya yang tepat para seniman mengerjakan karyanya atau mencari inspirasi.
Dan... Yang pasti, pada jam ini, hampir semua orang terlelap dalam dunianya sendiri, yaitu mimpi.

Namun aku disini, tak kuasa menahan kesedihan terdalam yang tercipta oleh benak. Bayanganku suka bermain-main, terkadang tinggi setinggi-tingginya langit, dan rendah serendah-rendahnya inti bumi. Berimaji terlalu indah atau terlalu buruk adalah berbahaya. Aku ingin mencapai tengahnya, tapi bagaimana bisa aku tidak menghadapinya?