Friday, October 10, 2014

Nothing will love you more than you love your self.

Dalam sendiri, aku bertanya pada diri, apakah engkau kuat menghadapi masa depan sendirian?

Dalam sendiri, aku bertanya pada diri, adakah bagian dari dirimu yang kebal terhadap cobaan apapun?

Dalam sendiri, aku bertanya pada diri, apakah dirimu mampu bangkit dr bengisnya kaki-kaki yang menginjakmu?

Dalam sendiri, aku bertanya pada diri, apakah kalian sudah berdamai pada situasi yang menjadikan jiwa dan otakmu bertikai?

Dalam sendiri, aku bertanya pada diri, mungkinkah akan ada cahaya yang menyinari kegelapanmu?

Dalam sendiri, aku bertanya pada diri, apakah keikhlaskan yang sedang kau usahakan untuk terbentuk, akan senantiasa bertahan kokoh di dalam dirimu?

Dalam sendiri, aku berkata pada diri, apakah seegenap yang kau katakan lewat mulut, akan terbukti lewat perilaku?

Tersenyumlah, engkau layak untuk mendapatkan sesuatu yang lebih besar. Hati, bersakit-sakitlah engkau terlebih dahulu. Ku tunggu kau di muara, dengan senyumku yang paling manis. 

Sunday, October 5, 2014

Imaji

Jam 02.25 waktu dini hari.

Pada jam ini, kendaraan di jalanan sudah jarang terlihat. Yang ada hanyalah segelintir kendaraan yang berkecepatan tinggi.
Pada jam ini, beberapa penjual kue mulai beraktifitas secara produktif di pasar subuh. 
Pada jam ini, para tunawisma sedang tidur nyenyak di pinggir jalan walaupun kedinginan.
Pada jam ini, beberapa ibu mengganti popok bayinya yang baru lahir.
Pada jam ini, beberapa orang mungkin ada yang terbangun dan menunaikan solat tahajud. 
Pada jam ini, saatnya yang tepat para seniman mengerjakan karyanya atau mencari inspirasi.
Dan... Yang pasti, pada jam ini, hampir semua orang terlelap dalam dunianya sendiri, yaitu mimpi.

Namun aku disini, tak kuasa menahan kesedihan terdalam yang tercipta oleh benak. Bayanganku suka bermain-main, terkadang tinggi setinggi-tingginya langit, dan rendah serendah-rendahnya inti bumi. Berimaji terlalu indah atau terlalu buruk adalah berbahaya. Aku ingin mencapai tengahnya, tapi bagaimana bisa aku tidak menghadapinya?